Minggu, 25 Januari 2015

Lalu lintas Hidupku jilid 1






.....
Kali ini akan bercerita tentang hegemoni kehidupanku, entahlah sampai kapan otak ini hanya terus berfikir bagaimana bisa hidup dengan sederhana, sesederhana tangan kananku yg selalu ikut merasakan apa yg dirasakan tangan kiriku, seperti mata ini yg hampir melelehkan genangan air matanya kepinggiran 2 pipiku, entah harus gmn lagi aku menjalani hidup, dari sekian momentum dan proses hidup ini, mgkn 2thn terakhir ini aku diajarkan menikmati hidup yg sebenernya, entahlah, harus dimulai dari mana memperbaiki diri ini untuk bisa bermanfaat bagi sesamaku, hahhh, aku semakin lelah menghadapi peranku ini, yg terus terusan digerus oleh perkataan dan sikapku yg tak kunjung membaik, mugkin karena diriku yg tak pernah stabil untuk selalu bersyukur dan selalu melupakan nikmat yg telah engkau berikan dan anugerahkan ke aku ya Allah, hidup ini emang pilihan, pilihan yg selalu punya pilihan lain diantara pilihan itu sendiri, umur yg semakin menua, begitu halnya dg ortuku yg semakin menua pula, seharusnya mereka bisa merasakan sepenuhnya hasil kerja kerasku, tp selalu ada yg menguji kebahagiaan keluarga kami, entah itu dari kerabat dan saudara2 ortuku, yahh disaat keuargaku lg diselimuti kebahagiaan atas usaha dan doa kami, disekitarku malah sebaliknya, bersyukur lah untuk hal ini ris, tp terkadang aku takut bahagia, takut kalau bahagia ini hanya sementara, yaiyalah ris mana ada hidup terus bahagia, kapan ngerti arti kehidupannya kalo dikasih bahagia terus. Sudah ris mengeluhnya, "ini bukan mengeluh nyet, ini rintihan kekesalanku,


" kekesalan pada siapa? Allah? Ya elo mah bisanya nyalahin Allah mulu ris, gak ada syukur syukurnya, " nyabalak aja mulut loe nyet , sotoy*. Diem gak lo nyet, gue yg nulis ini lo, masih pengen hidup gak? ;).

Dialog dari mana ini kok ada nyet nyet, ahh yasudahlah, lupain.

anyway, hidupku ternyata gak selamanya ngeFlat trus, malu donk sama chitato, yg katanya life is never flat, semenjak aku dikenalkan oleh woko dg gunung, iya gunung ,hidup ini emang never flat, perasaan minder yg jadi musuh utamaku bisa teratasi dg sendiri, yg dulu sering minder karena fisik, sekarang pede aja, meski hitem tp eksotis, hehe. Udah ah gak penting bahas fisik aku,

Lanjut ke gunung, sebuah karya ciptaan maha gusti Allah yang nyata yg bisa kita nikmati dg nyata, lukisan keindahan alam yg nyata yg tak ada tandingannya terhampar di gunung, maha besar allah dg segala kuasanya, subhanallah , pertama mendaki gunung langsung diatap tanah tertinggi dijawa , Semeru negeri diatas awan, dg ranukumbolo sebagai surganya semeru, dan mahameru sebagai tempatnya para dewa konon ceritanya begitu. Berawal dari semeru cerita tentang hidupku mulai berubah, dalam pikiranku , mendaki gunung? Hahhh gampang, tinggal jalan aja, kuat ya terus jalan gak kuat ya berhenti, tapi ternyata tak seindah yg aku bayangkan, disini aku diajarkan beberapa pelajaran hidup, mulai dari bersabar, ulet, tak mudah putus asa dan yg paling penting aku secara tidak langsung aku belajar mengenal diriku semenjak dini.


Mahameru emang sesuatu bgt, berdiri diatas tanah tertinggi dipulau jawa itupun jg sesuatu, sesuatu yg menjadikan aku sesuatu jg, overall semeru menjadi titik awal kehidupanku berwarna, setelah pendakian itu aku merasa ada sedikit perubahan dlm diriku, mulai yg dulunya egois, tempramen, sekarang mulai sedikit demi sedikit berkurang, Alhamdulillah.


Berlanjut ke gunung yg kedua, yaitu Rinjani , seperti mimpi rasanya bisa berdiri dipuncak gunung berapi tertinggi nomer 2 di indonesia, iya rinjani ris rinjani. Dan rinjani lah yg mengajarkan aku tentang arti hidup yg sebenernya proses kehidupan yg sebenernya ya dari rinjani, sedikit cerita tentang rinjani, berada di ketinggian 3726mdpl, dg track yg bisa buat kaki polio akut hehehe, dan dg lukisan alam yg subhanallah, tak akan anda jumpai di dataran rendah, alam rinjani yg gersang tp menyejukkan,

Selepas dari rinjani aku seakan mengalami yg namanya life is Flat, pernahkah kau merasakan NgeFlat dg kehidupanmu stelah mimpi2mu terRealisasi, aku pernah, Rinjani adalah mimpiku, mimpi yg telah jadi kenyataan, aku merasa diri ini tak punya tujuan dan keinginan, tak tau entah knp, aku selalu berfikir , beginikah rasanya setelah mimpi kita jadi nyata, berbulan bulan aku menjalani hidup seperti itu, kubiarkan waktu membawaku ke mimpi2ku yg lain, sempat sumpek dg keadaan ini, hingga akhirnya aku putuskan utk menjelajah gunung lain, 'yapp masih sama rasanya, Hambar, anyep, bagai sayur tanpa garam, hingga suatu ketika aku kembali bersemangat dg hidupku, tak tau apa yg buat aku semangat. Alhamdulillah hidupku kembali bergairah lagi, mgkn ini lah hidup, seperti mendaki gunung, setelah bersusah payah mengapai puncak , kita tak selamanya berada dipuncak, kita jg harus bersusah payah turun lagi, ya seperti roda kehidupan, tak selamanya kita akn diatas terus, kita jg akan mengalami kehidupan dibawah, iya. Dibawah , kita diajarkan hidup yg sebenernya, org yg udh sampai pada puncak kehidupan atau puncak dari apa yg diinginkannya, mereka pasti tau susahnya gmn mengapai puncak itu, dari situlah kita ditempa. Diajarkan makna kehidupan, yg terpenting prosesnya, nikmatilah proses hidupmu, berusaha dan berdoa dan selama masih bernafas teruslah berusaha, berusah untuk bermanfat bagi sesama, berusaha menjadi lebih baik dari sebelumnya, gak mgkn kita bakalan diam ditempat dan tak ada usaha dan doa,


"Tak ada yg kebetulan didunia ini, semua udh ada takdirnya",

6 komentar:

  1. Keren..
    Aku belum pernah malah ke semeru dan rinjani..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehehehe, makasih mbk udah mampir, next time pasti kesana, hehehe, nantikan kisah detailnya rinjani ya, masih binggung nulisnya,

      Hapus
    2. Sama-sama.

      makasih juga udah mampir :)
      Aku pengen banget kesana..semeru aja ga jadi terus huft

      Ditunggu next post ya

      ayo saling follow blog

      Hapus
  2. Ayo aku anterin mbk , mei mgkn?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Moga ada kesempatan.
      Aku udah 2x berturut2 17 Agustusan di Malang.
      Tapi gagal ke Semeru terus, malah k tempat lain.
      Moga taun ini

      Hapus